BERGUNA, WA +62 858-5946-5858, Sewa Bus Ziarah Wali Songo
SUNAN
BONANG
SUNAN BONANG
Sunan Bonang lahir pada tahun 1465, dengan
nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia merupakan salah satu dari 9 wali songo
yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Dia adalah anak dari Sunan Ampel
dan Nyai Ageng Manila. Bonang Sendiri adalah sebuah nama desa di Kabupaten
Rembang, Jawa Tengah. Nama Sunan Bonang diduga adalah Bong Ang sesuai nama
marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel. Nama Istri
sunan Bonang adalah Dewi lrah putri Raden Jaka Kendar dan di karuniai seorang anak
bernama Rahil. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya
berada di Desa Bonang. Namun, yang sering diziarahi adalah makam Sunan Bonang
Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon,
saat dia meninggal, kabar wafatnya dia sampai pada seorang muridnya yang
berasal dari Madura. Sang murid sangat mengagumi dia sampai ingin membawa
jenazah dia ke Madura. Namun, murid tersebut tak dapat membawanya dan hanya
dapat membawa kain kafan dan pakaian-pakaian dia. Saat melewati Tuban, ada
seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar ada murid
dari Madura yang membawa jenazah Sunan Bonang. Ziarah
Wali Songo 2018. Mereka memperebutkannya. Itulah merupakan sejarah singkat
Sunan Bonang. Sunan Bonang saudaranya yaitu :
- Sunan Drajat
- Siti Syari,ah
- Raden Faqih
- Asyikah
- Siti Hafsah
- Siti Muthmainnah
- Dewi Murtasiyah
- Pangeran Tumapel
- Sunan Demak
- Sunan Lamongan
1. Asal
usul Sunan Bonang
Sunan Bonang lahir di daerah Bonang,
Tuban, Jawa Timur pada tahun 1465 M. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten
Rembang, Nama Sunan Bonang sendiri diduga berasal dari Bong Ang yakni sesuai
dengan marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel.
Literatur lain menyebutkan jika nama
Bonang diambil dari salah satu alat musik tradisional yang biasa digunakan oleh
Raden Maulana Makdum Ibrahim dalam berdakwah kepada masyarakat. Sunan Bonang
memiliki nama lain yakni Raden Makdum atau Maulana Makdum Ibrahim. Sunan Bonang
merupakan anak keempat dari Sunan Ampel dengan Candrawati alias Nyai Gede Manila
Putri dari Arya Teja seorang Bupati Tuban.
Sunan Bonang dikenal sebagai salah satu
Wali Songo yang ulung dalam berdakwah dan menguasai ilmu fiqh, ushuludin,
tasawuf, seni, sastra, arsitektur, dan berbagai ilmu kesaktian serta
kedigdayaan. Pada masa kecilnya, Sunan Bonang sudah diberi pelajaran agama
Islam secara tekun dan disiplin oleh ayahnya.
Dari
berbagai sumber disebutkan bahwa Sunan Bonang itu nama aslinya adalah Syekh
Maulana Makdum Ibrahim. Putera Sunan Ampel dan Dewi Condrowati yang sering disebut
Nyai Ageng Manila.
Paket Wisata Ziarah Wali Songo Dari Lampung
Ada yang mengatakan Dewi Condrowati itu adalah puteri Prabu Kertabumi. Dengan demikian Raden Makdum adalah seorang Pangeran Majapahit karena ibunya adalah puteri Raja Majapahit dan ayahnya menantu Raja Majapahit.
Sebagai seorang wali yang disegani
dan dianggap Mufti atau pemimpin agama se tanah jawa, tentu saja Sunan Ampel
mempunyai ilmu yang sangat tinggi. Sejak kecil Raden Makdum Ibrahim sudah
diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin.
Sudah bukan rahasia bahwa latihan
atau riadha para wali itu lebih berat daripada orang awam. Raden Makdum Ibrahim
adalah calon wali yang besar, maka Sunan Ampel sejak dini juga mempersiapkan
sebaik mungkin.
Disebutkan
dari berbagai literatur bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu masih
remaja meneruskan pelajaran agama Islam ke tanah seberang yaitu negeri Pasai.
Keduanya menambah pengetahuan kepada Syekh Awwalul Islam atau ayah kandung dari
Sunan Giri, juga belajar kepada para ulama besar yang banyak menetap di Negeri
Pasai. Seperti ulama tasawuf yang berasal dari bagdad, Mesin, Arab dan Parsi
atau Iran. Daftar Tempat
ziarah Wali Songo
Sesudah belajar di negeri Pasai
Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku pulang ke jawa. Raden paku kembali ke
Gresik, mendirikan pesantren di Giri sehingga terkenal sebagai Sunan Giri.
Raden Makdum Ibrahim diperintahkan
Sunan Ampel untuk berdakwah di daerah Lasem, Rembang, Tuban dan daerah Sempadan
Surabaya.
2. Bijak
dalam Berdakwah
Dalam berdakwah Raden Makdum Ibrahim
ini sering mempergunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati mereka, yaitu
berupa seperangkat gamelan yang disebut Bonang. Bonang adalah sejenis kuningan
yang ditonjolkan dibagian tengahnya. Bila benjolan itu dipukul dengan kayu
lunak timbulah suara yang merdu di telinga penduduk setempat.
Lebih-lebih bila Raden Makdum
Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik itu, beliau adalah
seorang wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi, sehingga apabila beliau
bunyikan pengaruhnya sangat hebat bagi pendengarnya.
Setiap
Raden Makdum Ibrahim membunyikan Bonang pasti banyak penduduk yang datang ingin
mendengarnya. Dan tidak sedikit dari mereka yang ingin belajar membunyikan
Bonang sekaligus melagukan tembang-tembang ciptaan Raden Makdum Ibrahim.
Begitulah siasat Raden Makdum Ibrahim yang dijalankan penuh kesabaran. Setelah
rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran agama Islam
kepada mereka.
Bus Pariwisata Ziarah Wali Songo
Tembang-tembang yang diajarkan
Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang berisikan ajaran agama Islam. Sehingga
tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati, bukan
dengan paksaan.
Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini
sangat banyak, baik yang berada di Tuban, Pulau Bawean, Jepara, Surabaya maupun
Madura. Karena beliau sering mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka
masyarakat memberinya gelar Sunan Bonang.
3. Karya
Satra
Beliau
juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk. Hingga sekarang karya sastra
Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya sastra yang sangat hebat, penuh
keindahan dan makna kehidupan beragama. Suluk Sunan Bonang disimpan rapi di
perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.
Bus Ziarah wali Songo
Suluk berasal dari bahasa Arab
“Salakattariiqa” artinya menempuh jalan (tasawuf) atau tarikat. Ilmunya sering
disebut Ilmu Suluk. Ajaran yang biasanya disampaikan dengan sekar atau tembang
disebut Suluk, sedangkan bila diungkapkan secara biasa dalam bentuk prosa
disebut wirid.
4. Kuburnya
ada dua
Sunan Bonang sering berdakwah
keliling hingga usia lanjut. Beliau meninggal dunia pada saat berdakwah di
Pulau Bawean.
Berita segera disebarkan ke seluruh
tanah jawa. Para murid berdatangan dari segala penjuru untuk berduka cita dan
memberikan penghormatan yang terakhir.
Murid-murid
yang berada di Pulau Bawean hendak memakamkan beliau di Pulau Bawean. Tetapi
murid yang berasal dari Madura dan Surabaya menginginkan jenasah beliau
dimakamkan di dekat ayahnya yaitu Sunan Ampel di Surabaya. Dalam hal memberikan
kain kafan pembungkus jenasah mereka pun tak mau kalah. Jenasah yang sudah
dibungkus dengan kain kafan milik orang bawean masih ditambah lagi dengan kain
kafan dari Surabaya.
Paket Wisata Ziarah Wali Songo Dari Banjarmasin
Pada malam harinya, orang-orang
Madura dan Surabaya menggunakan ilmu sirep untuk membikin ngantuk orang-orang
Bawean dan Tuban. Lalu mengangkut jenasah Sunan Bonang kedalam kapal dan hendak
dibawa ke Surabaya. Karena tindakannya tergesa-gesa kain kafan jenasah
tertinggal satu.
Kapal layar segera bergerak ke arah
Surabaya, tetapi ketika berada diperairan Tuban tiba-tiba kapal yang
dipergunakan tidak bisa bergerak akhirnya jenasah Sunan Bonang dimakamkan di
Tuban yaitu sebelah barat Mesjid Jami’ Tuban.
Sementara kain kafannya yang
ditinggal di Bawean ternyata juga ada jenasahnya. Orang-orang Bawean pun menguburkannya
dengan penuh khidmat.
Dengan
demikian ada dua jenasah Sunan Bonang, inilah karomah atau kelebihan yang
diberikan Allah kepada beliau. Dengan demikian tak ada permusuhan diantara
murid-muridnya.
Harga Sewa Bus Ziarah Wali Songo
Sunan Bonang wafat pada tahun 1525
M. Makam yang dianggap asli adalah yang berada dikota Tuban sehingga sampai
sekarang makam itu banyak yang diziarahi orang dari segalapenjuru tanah air.
#ziarah #walisongo
#ziarahwalisongo #tempatziarah #sunan #sunanbonang #sunanwalisongo
#walisongosunanbonang #ziarahsunan #ziarahsunanbonang #tempatziarahwalisongo
#tempatziarahsunanbonang #tempatziarahsunan #ziarahsunanwalisongo
#ziarahwalisongosunanbonang

0 Response to "BERGUNA, WA +62 858-5946-5858, Sewa Bus Ziarah Wali Songo"
Posting Komentar